Presiden Jokowi Tekankan Peran Perempuan dalam Perdamaian yang Berkelanjutan

549
Presiden Jokowi Tekankan Peran Perempuan dalam Perdamaian yang Berkelanjutan
Presiden Indonesia, Joko Widodo (tengah) bersama UN Women dan para mitra. Foto : UN Women/Ryan Brown.

“Perhelatan akbar memperingati Hari Perdamaian Internasional, merayakan pemberdayaan perempuan dan komunitas yang tangguh.” (*)

Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang pada tahun 2015 menyatakan dukungannya kepada UN Women’s HeForShe global initiative untuk meningkatkan kesetaraan gender, bersama dengan UN Women dan Wahid Foundation, didukung Pemerintah Jepang, merayakan kontribusi wirausahawan perempuan dalam pembangunan lokal dan untuk menekankan peran perempuan dalam mempromosikan koeksistensi damai dan komunitas yang tangguh.

Sebuah perhelatan akbar dilaksanakan di Pesantren Annuqayah di pulau Madura, Jawa Timur, dengan tema “Bersama untuk Perdamaian: Penghormatan, Keselamatan dan Martabat untuk Semua”, mempertemukan para pemimpin agama, santri dan santriwati, dan kelompok ekonomi perempuan untuk ambil bagian dalam rangakaian kegiatan termasuk diskusi panel tentang bagaimana perempuan Madura berkontribusi terhadap perdamaian, ikrar damai yang dipimpin oleh komunitas, pertunjukan budaya dan bazar yang diselenggarakan oleh pengusaha wanita yang memamerkan produk mereka.

Presiden Jokowi Tekankan Peran Perempuan dalam Perdamaian yang Berkelanjutan
Komunitas festival untuk memperingati hari perdamaian internasional. Foto : UN Women/ Ryan Brown.

Dalam sambutannya, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan perempuan adalah kunci untuk perdamaian yang berkelanjutan, dari keluarga, ke negara, hingga dunia. “Perdamaian tidak bisa dipaksakan, tapi ditumbuh-kembangakan,” katanya, Minggu, 8 Oktober 2017.

Saya mengucapkan selamat kepada kemitraan UN Women dan Wahid Foundation, “Perempuan Berdaya, Komunitas Damai”, yang akan membangun masyarakat yang damai, tambah Presiden Joko Widodo. “Mari membangun dan menyebarkan nilai kedamaian ke seantero negeri dan dunia,” jelasnya.

Mendorong pemberdayaan perempuan untuk membangun kohesi sosial adalah tujuan dari program yang diberi tajuk “Perempuan Berdaya, Komunitas Damai” yang juga didukung oleh Pemerintah Jepang ini.

Di bawah program ini, UN Women dan Wahid Foundation telah bermitra untuk medorong penguatan kaum perempuan dan pemberdayaan ekonomi untuk membangun kohesi sosial dan memperkuat ketahanan di tingkat masyarakat.

Presiden Jokowi Tekankan Peran Perempuan dalam Perdamaian yang Berkelanjutan
Miwa Kato, direktur regional UN Women Regional Office Asia Pasifik. Foto : UN Women/ Ryan Brown.

Miwa Kato, Direktur Regional UN Women untuk Asia dan Pasifik mengatakan perempuan memiliki posisi unik untuk secara positif mempengaruhi keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan untuk membangun perdamaian dan toleransi.

“Dengan berinvestasi pada wanita dan anak perempuan, dengan memastikan mereka dapat berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi, politik dan sosial masyarakat mereka, dan dengan menghargai kontribusi mereka; Sumenep, pulau Madura, dan Indonesia akan menjadi lebih kuat, lebih inklusif dan lebih damai,” urainya.

Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation menambahkan dengan memberdayakan perempuan kita tahu bahwa hal itu akan memperkuat dinamika komunitas mereka agar menjadi damai dan toleran. “Ini bagus untuk wanita, bagus untuk masyarakat, dan bagus untuk Indonesia,” tegasnya. (**)

Sumber: UN Women


(*) Penerjemah: Robi’atul Andawiyah.

(**) Diterjemahkan dari Siaran Pers UN Women dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu 8 Oktober 2017.

Facebook Comments