Minat Baca Rendah, Ayo Perangi Kebodohan!

305
Minat Baca Rendah, Ayo Perangi Kebodohan!
Minat Baca Rendah, Ayo Perangi Kebodohan!

Sumenep, Rumah Baca Orid
Kebodohan adalah musuh setiap orang, karena kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. Oleh sebab itu, setiap Negara, akan melakukan berbagai upaya dalam memerangi kebodohan.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan minat baca masyarakatnya. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) di tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Indonesia termasuk negara yang minat baca warganya perlu diperbaiki. Seperti dilansir dari Kompas.com Jumat, (24/3/2017).

Baca Juga : Ahmad Fairozi: Gerakan Sadar Membaca Penting

Ini artinya, dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya satu yang memiliki minat baca. Sisanya, 999 orang, kurang memiliki keinginan untuk membaca. Imbasnya, Indonesia hanya menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara yang disurvei oleh lembaga tersebut. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Baca Juga: Rumah Baca Indonesia Sebagai Respon Sosial

Ahmad Fairozi, Pendiri Rumah Baca ID, saat dimintai komentar atas hasil penelitian tersebut mengungkapkan, saya miris membaca hasil surveinya, betapa belum siapnya kita untuk memajukan bangsa dan Negara. Jumat, (24/3/2017).

“Dalam jumlah 1.000 orang Indonesia, yang tertarik dan memiliki minat baca hanya satu orang, itu kan bencana!.” Seru Fairozi.

Baca Juga: Ahmad Fairozi: Rumah Baca ID Adalah Miniatur Menuju Tatanan Masyarakat Madani

Padahal, lanjut Fairozi, kita ini mayoritas beragama islam, yang memang sejarah turunnya wahyu Allah SWT tersebut, perintah pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah bacalah!

“Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali adalah surah Al Alaq ayat 1-5, yang menurut para ahli tafsir, ayat-ayat tersebut adalah ayat yang menjelaskan bahwasanya dengan perantara tulis baca, Allah mengajar manusia.” Terangnya.

Baca Juga: Tulis Baca Merupakan Sumber Ilmu Pengetahuan

Sementara itu, H Abd Jalal, Majelis Pembina Rumah Baca ID, saat ditemui di kediamannya, Jumat, (24/3/2017), mengungkapkan, bagaimanapun hasil survei tersebut harus kita terima dengan motivasi yang tinggi untuk merubahnya.

“Yang terpenting adalah, bagaimana kalian (para pengurus Rumah Baca ID-red), mampu mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk sadar dan membangun budaya membaca.” Terangnya.

Baca Juga: Gemar Membaca Itu Asik

Rumah Baca ID ini, imbuh Jalal, kan memang didirikan untuk mendobrak budaya malas baca masyarakat, agar kemudian, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya membaca.

Baca Juga: Yuk Kita Membaca

“Itulah cita-cita besar para pendiri Rumah Baca ID ini, termasuk saya sendiri yang menginginkan masyarakat tersadarkan, bahwa membaca itu sangat penting.” Ungkapnya. (Va)

Facebook Comments