Majelis Pembina Rumah Baca ID: Kemerdekaan Butuh Kerja Keras

538
Logo HUT RI ke-73 Tahun. (dok. Rumah Baca Orid)

Sumenep, Rumah Baca Orid
Majelis Pembina Rumah Baca Indonesia (Rumah Baca ID), Abd Jalal mengungkapkan, kemerdekaan yang bisa diraih Indonesia tidak didapatkan dari hasil yang instan. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk meraihnya.

Hal itu diungkapkan Abd Jalal saat dimintai tanggapan peringatan HUT RI ke-73 tahun. Menurutnya, para pendiri bangsa saat itu membutuhkan kerja keras untuk menggapai kemerdekaan. “Butuh kerja keras,” ungkapnya, Jumat, 17 Agustus 2018.

Disinggung masalah perpolitikan saat ini, Jalal menyebut, Indonesia harus dijaga bersama agar perjuangan untuk mencapai kemerdekaan tidak hancur akibat politik yang tak beretika. Sebab, saat ini Indonesia akan menghadapi tahun politik.

“Bukan hanya masyarakat, politisi juga harus menjaga kelestarian kemerdekaan dengan tidak membuat gaduh dan mengkhawatirkan masyarakat,” pintanya.

Diketahui, akhir-akhir ini, politik selalu dihadapkan dengan isu hoaks yang dapat memprovokasi masyarakat bertindak anarkis. Hal itu terjadi akibat persaingan yang tidak sehat untuk mencapai kekuasaan. “Jika bertengkar terus menerus, tidak ada artinya pengorbanan para pejuang kemerdekaan dulu,” jelasnya.

Jalal berpesan, jadikan tahun politik sebagai upaya demokrasi yang santun dan menyejukkan. “Jangan selalu menghujat dan saling menyalahkan. Mari berdemokrasi dengan jiwa yang besar,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Pengurus Harian Rumah Baca ID Ahmad Fairozi mengungkapkan, momen kemerdekaan kali ini merupakan ajang muhasabah diri untuk meneladani pejuang kemerdekaan. Sebab, menurutnya, dengan melakukan muhasabah diri, kita tidak akan mudah ikut mengancam kemerdekaan yang telah berjalan selama 73 tahun.

“Peringatan HUT RI ke-73 tahun ini jadikan muhasabah diri. Agar kita senantiasa hati-hati dalam bertindak dan tidak mengancam terhadap kemerdekaan,” ujarnya.

Apalagi, tambahnya, tahun 2019 Indonesia akan menghadapi tahun politik. “Apalagi tahun depan akan ada pemilu (pemilihan umum), presiden dan wakil presiden serta legislatif,” tandasnya. (*/va)

  • 6
    Shares

Facebook Comments