KH Sholeh Qosim, Pejuang yang Disalimi Jokowi dan Wafat ketika Sujud

1038
KH Sholeh Qosim semasa hidup bersama Kapolda Jatim. (Ist)

Sidoarjo, Rumah Baca Orid
Ulama kharismatik Pengasuh Ponpes Al Ismailiyah Bahauddin Ngelom, Sepanjang, Sidoarjo, KH Sholeh Qosim berpulang. Beliau meninggal dalam kondisi sujud saat salat maghrib. Tak hanya keluarga yang merasa kehilangan, Nahdlatul Ulama (NU) kembali kehilangan salah seorang kiainya.

Baca: KH Sholeh Qosim, Pelaku Sejarah Kemerdekaan RI Wafat

Kiai sepuh yang lahir pada tahun 1930 silam ini meninggal di usia 90 tahun, Kamis, 10 Mei 2018. Saat itu salah satu anaknya, Nyai Muttholi’ah menunggu abahnya turun dari salat. Namun hingga lama, salat maghrib kiai tidak kunjung selesai. Akhirnya dicek, rupanya masih sujud. Waktu itu Bu Nyai Tholik menganggap bapaknya belum selesai salat.

“Ditunggu hingga lama kok ndak bangun-bangun. Setelah dibangunkan ternyata wajahnya sudah pucat,” jelas salah satu guru MTs Bahauddin yang juga menjahitkan kain kafan almarhum Kiai Sholeh, Jumat, 11 Mei 2018.

Kiai yang hingga wafatnya masih menjadi pengurus mustasyar PWNU Jatim 2013-2018, ini wafat saat bersujud saat salat maghrib dan tangannya masih memegang tasbih. Padahal siang harinya, Kiai Sholeh masih beraktivitas menghadiri salah satu kegiatan banom NU, di Denanyar, Jombang, yakni kegiatan Jantiko Mantab (Jatman).

Bapak dari 8 anak dengan 28 cucu ini dikenal sebagai sosok ulama pejuang kemerdekaan. Kiai Sholeh pernah bergabung lasykar Sabilillah saat memperjuangkan Indonesia tahun 1943. Kiai Sholeh saat itu mengawal ayahnya Kiai Qosim yang juga menjadi tentara Sabilillah.

Masa mudanya sudah berjuang melalui barisan Hizbullah dan Sabilillah. Selama dalam barisan Hizbullah, Kiai Sholeh muda semangat berjuang di barisan para ulama. Mars Subbanul Wathol sangat diingat sebagai mars yang membangkitkan perjuangan santri dan kiai.

Bahkan, seperti yang dikutip dari NU online, Kiai Sholeh turut berperang pada 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sebelumnya, peristiwa itu didahului dengan fatwa yang dikeluarkan para kiai NU, yaitu Rasolusi Jihad NU pada 22 Oktober yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Santri.

Sementara itu, Kiai Sholeh juga seringkali diundang pejabat dan petinggi kepolisian dalam berbagai acara. Salah satunya di HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten tahun 2017, Presiden Jokowi mencium tangan Kiai Sholeh dengan penuh hormat.

Sang kiai juga sering menghadiri acara pengajian kubro dan acara-acara lainnya. Rencananya, pagi tadi Kiai Sholeh menghadiri pengajian kubro yang digelar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Mapolda Jatim. Acara tersebut dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa kiai. Salah satunya Ketua MUI Jatim KH Mutawakkil Alallah, KH Kholil Asad, KH Ali Masyhuri (Gus Ali) Tulangan dan lain-lain. (detik.com/va)

Facebook Comments