KH Hasyim Muzadi Tutup Usia, Indonesia Berduka

372
Hasyim Muzadi
Hasyim Muzadi

Malang, Rumah Baca Orid
Innalillahi wainnailaihi raijiun. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 KH Hasyim Muzadi tutup usia pada Kamis (16/3/2017) sekitar pukul 06.25 WIB. Kabar duka ini segera menyebar di dunia maya dan memenuhi lapan media massa. Seperti dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama.

Indonesia berduka, begitulah suasana saat ini, Indonesia kehilangan seorang ulama yang konsisten dan tokoh nasionalis. Setidaknya itulah kata yang cocok menggambarkan suasana bangsa yang sedang dirundung duka ini.

Mahfud MD, mengungkapkan, Kyai Hasyim Muzadi adalah tokoh yang bisa mencontohkan kepada kita bagaimana hidup dalam keindonesiaan dan keislaman yang damai dan berprinsip. Seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya beberapa jam yang lalu.

“Innalillahi wainnailaihi raijiun. Telah pulang Sang Pencerah, Kyai Hasyim Muzadi”. Tulis Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, beberapa menit lalu melalui akun Twitter pribadinya.

Baca Juga: Kabar Duka: KH Hasyim Muzadi Tutup Usia

Sementara itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menulis dalam akun Twitternya, Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini. Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya. Al-faatihah.

“Innalillahi wainnailaihi raijiun. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khatimah”. Tulis A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam akun Twitternya.

Boediono, Wakil Presiden RI 2009-2014, menyatakan, “Innalillahi wainnailaihi raijiun. Kita kehilangan tokoh pemberi kesejukan kehidupan bangsa, KH Hasyim Muzadi. Doa kita mengiringi beliau”. Tulisnya, melalui akun Twitter pribadinya.

Yang jelas, Warga Nahdliyyin sangat kehilangan dan berduka atas wafatnya KH Hasyim Muzadi.

Ahmad Fairozi, mengungkapkan, kita kehilangan ulama sekaligus tokoh yang sangat religius dan nasionalis.

“Semoga segala amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Dan keluarga serta warga Nahdliyyin yang ditinggalkan sabar. Indonesia kehilangan seorang tokoh lagi”. Urainya saat dihubungi melalui telepon. (Va)

Facebook Comments