Ke Depan, Konflik Manusia adalah Rebutan Pangan dan Air

478
Ke Depan, Konflik Manusia adalah Rebutan Pangan dan Air

Pembicara: Surono*
Reportase: Tirto.id

Surono, mantan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral, menjelaskan pandangannya mengenai peran Kajian Lingkungan Hidup Strategis di tengah konflik pertambangan Semen Indonesia dan warga petani Kendeng Utara di Rembang.

Surono adalah satu anggota dari tim panel pakar, bersama sejumlah ahli lain dari lintas keilmuan, untuk menyusun dan mengevaluasi kajian lingkungan tersebut sebelum hasilnya diumumkan ke publik. Kapasitasnya di tim tersebut sebagai pakar kebumian, yang kecakapannya dipakai buat menjelaskan lapisan-lapisan Bumi dengan menggabungkan pelbagai disiplin ilmu, dari fisika, geografi, matematika, kimia, dan biologi. Penyusunan KLHS ini adalah salah satu langkah pemerintah Jokowi buat menengahi konflik antara PT Semen Indonesia dan petani Kendeng. Di bawah Kantor Staf Presiden dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tim KLHS dibentuk dan bekerja secara independen.

Surono bukanlah nama asing di pusaran perdebatan kehadiran Semen Indonesia. Ia pernah mengirim surat kepada Gubernur Ganjar Pranowo pada 2014, yang isinya mengingatkan bahwa kehadiran pertambangan di sebuah cekungan air tanah dan kawasan karst dapat mengganggu kandungan air dalam lapisan akuifer. Lapisan ini terbentuk selama jutaan tahun.

Baca Juga: Masa Depan Peradaban Madura Tanpa Air

Surono berkata, manusia sebagai tamu, harus menjaga alam. “Selayaknya kita sebagai tamu, tidak mengambil seenaknya. Kalau kita mengambil seenaknya, bukan hanya yang punya rumah sakit hati, nanti kita bisa saja menyerempet-menyerempet aturan hukum.” Ia menegaskan bahwa apa yang dihadapi manusia di masa depan adalah rebutan sumber pangan dan air. Karena itulah penting bagi kita menjaga alam tetap lestari.

Arbi Sumandoyo dari Tirto mewawancarai Surono dalam dua kali kesempatan. Wawancara perdana perdana pada 26 Desember 2016 saat kami menurunkan laporan serial perdana soal konflik semen Rembang. Wawancara kedua pada Kamis kemarin, 13 April, sehari setelah hasil KLHS diumumkan.

Facebook Comments

1 KOMENTAR