Jelang Pilkada Serentak, Media Harus Netral

1042
Jelang Pilkada Serentak, Media Harus Netral
Ilustrasi. (Ist)

Sumenep, Rumah Baca Orid
Media harus mampu berkata jujur demi memberitakan kebenaran kepada masyarakat. Dalam hal ini, media cetak maupun online wajib menjaga marwahnya untuk bersikap netral dan independen, tidak peduli siapa pun pemilik dari media tersebut.

“Media itu berfungsi sebagai penyebar berita kepada masyarakat yang hal itu tentu kredibilitas menjadi pertaruhannya,” jelas Ahmad Fairozi, salah seorang Pendiri Rumah Baca ID, saat ditemui Jumat, 30 Maret 2018.

Dilanjutkan Fairozi, jelang Pilkada serentak 2018, tensi politik meninggi, produksi pemberitaan terkadang kurang berimbang akibat keberpihakan pemilik salah satu media dengan salah seorang calon kepala daerah.

“Itu tidak boleh terjadi. Jadi kepercayaan masyarakat terhadap suatu media jangan dirusak hanya karena tidak netral dan independen,” jelasnya.

Menurut Fairozi, di Madura, jelang Pilgub Jatim 2018, ada beberapa media yang secara jelas memberitakan salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah dengan porsi yang berlebihan.

“Di Madura, ada yang secara jelas porsi pemberitaan salah satu paslon kepala daerah berlebihan, sehingga tidak pernah memberitakan paslon kepala daerah lainnya.

Padahal, tambah Fairozi, media merupakan sumber informasi masyarakat dalam menilai untuk menentukan pilihannya pada pilkada nanti.

“Media kan sumber informasi masyarakat, jika ada ketimpangan informasi, itu berarti sudah tidak netral,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, media yang tidak memiliki kredibilitas sudah sangat tidak elok untuk dijadikan bahan penggalian informasi oleh masyarakat.

“Yang seperti demikian itu sudah pasti tak kredibel dan pencitraan untuk kepentingan kelompok,” tegasnya.

Fairozi mengajak masyarakat khususya di Madura untuk cerdas dalam memilah informasi yang berkembang jelang Pilgub Jatim 2018.

“Jika porsi pemberitaannya tak berimbang antara paslon kepala daerah, sudah dapat dipastikan media tersebut telah memihak salah satu paslon kepala daerah untuk keuntungan kelompoknya,” tukasnya. (va)

Facebook Comments