Hari Buku Nasional, Momen Mawas Diri untuk Gemar Membaca

428
Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozi

Sumenep, Rumah Baca Orid
Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei setiap tahunnya sudah menjadi agenda tahunan sejak ditetapkannya pada 17 Mei 2002 lalu oleh Abdul Malik Fadjar selaku menteri Pendidikan era Kabinet Gotong Royong.

Namun, meski sudah 15 tahun Indonesia memperingati Hari Buku Nasional, Minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerjasama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Seperti dikutip dari Media Indonesia, 30/8/2016.

Baca Juga: Kisah Najwa Shihab Menjadi Duta Baca Indonesia

Menanggapi hal di atas, “Harusnya generasi bangsa ini memulai untuk membiasakan diri dengan gemar membaca buku setiap harinya.” Ujar Ahmad Fairozi, Pendiri Rumah Baca Indonesia (Rumah Baca ID), saat dimintai komentarnya, Rabu, (17/5/2017).

Fairozi melanjutkan, momen hanya akan menjadi sia-sia jika kita (sebagai entitas bangsa-red) tidak mau komitmen dengan diri sendiri untuk merubah pada hal-hal positif seperti halnya melakukan gerakan gemar membaca buku.

Baca Juga: Penelitian: Buku Lebih Mencerdaskan Anak Ketimbang Gadget

Perlu diketahui, Berdasarkan data UNESCO pada tahun 2012, anak-anak di Benua Eropa membaca sekitar 25 buku dalam satu tahun. Di Jepang dan Singapura, anak-anak membaca 15 hingga 20 buku selama setahun. Sementara di Indonesia, Nol buku dalam satu tahun.

“Data UNESCO, persentase kita (anak generasi bangsa-red) dalam membaca, jumlahnya adalah nol buku setahun, itu kan musibah.” Ucapnya.

Baca Juga: Budaya Membaca di Indonesia Jauh Tertinggal

Mengacu pada data tersebut, imbuh Fairozi, sangat tidak wajar apabila kita mau menghadapi kemajuan ditengah-tengah tantangan arus globalisasi.

“Bagaimana kita mau maju, jika kita sangat lemah dalam hal membaca buku.” Tuturnya.

Baca Juga: Minat Baca Rendah, Ayo Perangi Kebodohan!

Fairozi berharap, momen Hari Buku Nasional kali ini kita jadikan sebagai rekontemplasi untuk memunculkan gairah pentingnya membaca buku bagi masa depan sebuah generasi bangsa.

Baca Juga: Membaca Membuka Cakrawala Dunia

“Tidak ada kemajuan itu digapai dengan tanpa proses yang itu bisa dibilang cukup rumit, tapi itulah syaratnya.” Tegasnya. (Va)

Facebook Comments