Gus Mus: para Guru, Pengurus NU, dan GP Ansor Harus Ihklas dalam Mengabdi

540
Gus Mus: para Guru, Pengurus NU, dan GP Ansor Harus Ihklas dalam Mengabdi
Gus Mus (dua dari kiri), bersama KH. D. Zawawi Imron (kiri), K. A. Panji Taufiq (kanan), dan M. Muhri (dua dari kanan)

Sumenep, Rumah Baca Orid
Kedatangan Gus Mus ke Sumenep dalam rangka mengisi pengajian di lembaga pendidikan yakni pada malam puncak Haflatul Imtihanan Miftahul Ulum di Kecamatan Batang-batang, Senin 10 Juli 2017.

Gus Mus disambut dan didampingi langsung oleh KH. A. Panji Taufiq, Ketua PC NU Sumenep, kata M. Muhri, Ketua PC GP Ansor Sumenep, Selasa (11/7/2017).

“Gus Mus istirahat sebentar di Hotel Musdalifah untuk melakukan sholat, dan langsung ke Batang-batang.” ucapnya.

Sesampainya di sana, imbuh Muhri, Gus Mus langsung disambut dan ramah tamah di kediaman KH. Abdul Majid ilyas, selaku pengasuh lembaga pendidikan Miftahul Ulum.

D. Zawawi Imron, Ketua Yayasan Miftahul Ulum, mengatakan, atas nama shohibul bait, merasa sangat bangga dan berbahagia karena Gus Mus bisa datang ditengah kesibukannya.

“Sebab beliau adalah guru saya dan guru kita semua.” ucapnya.

Sementara itu, KH. A. Mustofa Bisri, berpesan khusus kepada Pengurus NU, GP Ansor dan para asatidz/guru, agar benar-benar ikhlas dalam mengabdi.

“Ikhlas itu soal rahasia Allah, antara mahluk dan kholiq, dan tempatnya di hati. Mudah diucapkan, namun sulit diterapkan.” jelasnya.

Contohlah Rosul Sayyidina Muhammad SAW secara utuh, imbuh Gus Mus.

Facebook Comments