Beranda Karya Tulis

Karya Tulis

Redaksi menerima kontribusi karya berupa opini, cerpen, puisi, resensi buku, dan artikel lainnya. Kirimkan kontribusi karya anda melalui email: rumahbacaid@gmail.com

Persepsi Manusia Terhadap Tuhannya

Oleh: Fawwaz Adzansyah Islamy (*) BERBICARA manusia dan kehidupan maka selain berbicara tentang keindahannya. Pastinya ada cerita-cerita yang membuat manusia merasa berada dalam titik terendah...

Childfree

Oleh: Sri Subekti Wahyuningrum (*) Childfree, istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial yang dominan pengguna aktif sosial media....

Figur Perempuan Teduh di Era Milenial

Saat ini perempuan Indonesia dapat dikatakan perempuan yang merdeka. Hal ini karena mereka tak perlu bersusah payah untuk memperjuangkan haknya yakni kesetaraan gender, yang...

Membakar Jiwa Pemimpi

A Note To Remember merupakan buku ke-6 karya Wirda Mansur yang terbit pada bulan November tahun 2020. Buku ini berbeda dengan buku-buku sebelumnya karena...

Puisi-puisi MH Dzulkarnain

Wanita Di Ujung Pena ;Sherli Saat senja tiba tabah bersemayang di kelopak matanya hujan pun hijrah keladang sajadah elok kupandang wajah tak seberapa elok mekar bunga rupanya rahasia tuhan...

Tiga Orang Berpuasa

KASIM merasa beruntung tinggal di kos-kosan yang sama dengan Pardi dan Suman. Ia jadi lebih perhatian pada persoalan agama karena kehadiran kedua pengurus organisasi...

Pandemi, Media dan Chaos

Oleh: Latif Fianto (*) Apa yang ditawarkan media di tengah pandemi selain kabar kematian dan kekacauan informasi? Bagi saya sudah sangat pasti, media dalam berbagai...

Puisi-puisi Tino Watowuan: Dari Burung dalam Kepala hingga Mata Ibu

Burung dalam Kepala Setiap kita memiliki burung-burung yang hinggap di kepala masing-masing Ada kecil, sedang, dan juga besar Pergi bersama burung-burung mengitari langit mematuk cahaya Tak jarang bulu-bulu basah Bahkan sering...

Puisi-puisi Tino Watowuan: Dari Perahu di Tengah Samudra hingga Corona

Perahu di Tengah Samudra : Bambe /1/ Sebagaimana perahu di tengah samudra ia masih seumur jagung tempo itu pergi memburu fajar di langit Borneo Tanpa boat mesin menggantung tali dan...

Puisi-puisi Tino Watowuan: Di Pucuk Januari hingga Daun Jati

Di Pucuk Januari Mentari belum bangun dari rehatnya. Hujan gugur mengusung murungnya hari. Sebagaimana dahan lamatoro yang bergelantungan dikoyak angin semalaman. Ibu enggan menanggalkan parang. Sebakul...

Kolom

Opini

error: Content is protected !!