Beranda Karya Tulis

Karya Tulis

Redaksi menerima kontribusi karya berupa opini, cerpen, puisi, resensi buku, dan artikel lainnya. Kirimkan kontribusi karya anda melalui email: rumahbacaid@gmail.com

Puisi-puisi Tino Watowuan

Hujan dan Ingatan Hujan jatuh remah-remah. Menari gemulai. Menjahit bilur-bilur luka. Di wajah musim gigil. Memeluk dedoa jiwa-jiwa kerontang. Rerinai menggenang tenang kenangan. Jejak melukis...

Cukai Rokok Naik Lagi, Investor Merugi?

2020 mungkin merupakan tahun paling tidak nyaman untuk kita semua. Tidak hanya galau soal pandemi Covid-19, beberapa dari kita kembali galau dikarenakan kenaikan cukai...

Rumah Tua

ENTAH, sudah berapa lama ibu tua duduk di kursi kayu dari pohon jati berukir itu, pantatnya yang tipis berkali-kali digerakkan, bertanda sudah cukup lama...

Nilai ‘Good Governance’ dalam UU Ciptaker Semakin Dikesampingkan

Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) kini sudah disahkan menjadi Undang-Undang bagian dari Omnibus Law pada Senin, 5 Oktober 2020 kemarin. Undang-Undang yang sedianya menurut...

Bobroknya Moralitas Mahasiswa Hari ini

MAHASIWA adalah orang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan tujuan mulianya yaitu mewujudkan cita-cita serta inginnya membahagikan orang tua. Dengan penuh semangat, mereka...

Sajak-sajak Tino Watowuan

Pada Helai-helai Kanvas Sejak lembar waktu membuka perjalanan hingga menutup kembali pintu dan jendela setiap hari adalah bait-bait puisi mengelana hinggap di atas helai-helai kanvas pada sebidang dada masing-masing Lantas...

Sajak M Hidayat: dari Si Buruk Rupa, Doa-doa Hujan hingga Belajar Berpuisi

Si Buruk Rupa Orang berkata ia “berwajah buruk” Bertopeng simulakra Ia dihujat, dihunjam kata-kata kotor Yang keluar dari mulut-mulut pembual Sungguh kasihan kau sayang Harus meneguk pahitnya kehidupan Tenggelam dalam penistaan Menikam...

Sajak M Hidayat: dari Celurit Sakera hingga Air Mata Darah

Celurit Sakera Sakera... Kau beri isyarat tanya Menyelipkan doa Menembus kelamnya cita-cita Pada madura Kau lantakkan tanah Membajak kerontang dada Berkecai raga, berlumur darah Pada lengkung tubuhmu Kau hunjam otak dungu para serdadu agar mereka...

Sajak-sajak M Hidayat

Terompah Kiai Kemana suara terompah kiai yang kurindukan Menyisakan tapak dalam senyapnya keheningan Beradu denting, nyaring kegembiraan Menghantam tanah mengahamburkan kenangan Terompah kiai dari pohon siwalan Mengukir bunga diatas kerasnya...

Demaskulinisasi Wajah Agama

ADA yang mengatakan agama bagaikan nuklir. Ia bisa memberi manfaat yang luar biasa kepada manusia, tetapi pada saat bersamaan bisa menjadi ancaman bagi manusia....

Kolom

Opini

error: Content is protected !!