Banyak Ujaran Kebencian di Media Sosial

533
Banyak Ujaran Kebencian di Media Sosial
Ilustrasi Hoax. (Google.com)

Sumenep, Rumah Baca Orid
Banyaknya kasus ujaran kebencian di media sosial (medsos) membuat khawatir berbagai kalangan. Sebab, jika terus berlanjut, hal tersebut akan memberikan dampak negatif yang menyebabkan pada perpecahan dan merongrong persatuan.

Ahmad Fairozi, Pendiri Rumah Baca Indonesia (Rumah Baca ID) mengatakan jika beberapa tahun terakhir tingkat ujaran kebencian di medsos terus mengalami peningkatan.

“Beberapa tahun terkahir, tren kasus ujaran kebencian di medsos mengalami peningkatan yang cukup drastis,” katanya, Kamis 19 Oktober 2017.

Dilanjutkan Fairozi, hal itu terjadi karena minimnya pemahaman pengguna medsos terhadap berbagai peristiwa yang terjadi, sehingga termakan isu hoax (bohong).

“Hal itu tidak lepas dari isu hoax yang sengaja disebarkan oleh pihak tertentu untuk mengelabuhi para pengguna medsos yang tingkat pemahaman terhadap berbagai peristiwa kecil,” ungkapnya.

Pihaknya menghimbau para pengguna medsos untuk berhati-hati dalam menyebarluaskan informasi yang belum pasti diketahuinya sebagai kebenaran.

“Saya berharap pengguna medsos cerdas dan mengerti akan tindakannya, jika itu salah maka akan menjadi bencana, yakni terhasut kabar hoax yang berujung pada ujaran kebencian,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Fairozi, lebih baik diam saja jika tidak tahu seluk-beluk informasi yang tersebar di media sosial, jangan buru-buru ikut berkomentar, apalagi dengan menghujat.

“Lebih bijaksana jika kita diam saja ketika kita tidak tahu yang sebenarnya tentang informasi yang tersebar di medsos, jangan ikut komentar apalagi menghujatnya,” tandasnya. (Va)

Facebook Comments