20 Oktober 2004

1191
20 Oktober 2004
Logo Harlah PMII Country Unitri Malang ke-13 tahun.

BAGI penulis, 20 Oktober 2004 merupakan hari bersejarah yang ikut melahirkan penulis dalam melakukan proses. Proses dimaksud adalah saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang beberapa tahun silam yang mengantarkan penulis bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Country Unitri Malang.

20 Oktober 2004 adalah masa dimana PMII Country Unitri Malang dideklarasikan sebagai organisasi yang memiliki hierarki dengan PMII Kota Malang dan berbasis di kampus kerakyatan, sebagaimana jargon Unitri Malang Education For All sebagai kampus atau perguruan tinggi yang berbasis kerakyatan.

Banyak pengalaman dan ilmu yang penulis dapatkan. Selain itu, penulis juga banyak memiliki sahabat seperjuangan yang hingga sampai saat ini masih menjadi perekat kebersamaan sebagai seorang sahabat. Penulis banyak belajar akan perihnya kehidupan di tempat yang kini sudah berumur 13 tahun itu. Hal itu tidak pernah lepas dari berbagai proses yang penulis alami saat masih bersama PMII Country Unitri Malang.

Usia 13 tahun bagi sebuah organisasi itu sudah memasuki fase dewasa. Selama 13 tahun ini, tentu sudah banyak kader yang dihasilkan, yang itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan merupakan manifestasi dari eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan, kemahasiswaa, keislaman, dan keindonesiaan.

Seumpama setiap generasi ada 25 hingga 30 kader yang dihasilkan, 13 generasi tentu sudah sangat cukup untuk menggetarkan seantero negeri ini, atau paling tidak sudah dikatakan cukup tersedia sumber daya manusia (SDM) yang siap membawa perubahan bagi bangsa Indonesia ini.

Jika pada masa awal-awal berdirinya, kader PMII Country Unitri banyak terdiri  dari mahasiswa eksakta, pada beberapa tahun setelahnya kader-kader yang dihasilkan semakin bervariasi, ada yang eksakta dan ada pula non-eksakta. Tentu bidang yang dimasukinya pun pada dewasa ini sudah cukup bervariasi, ada yang merintis usaha, ada yang akademisi, politisi, wartawan, dan pegawai negeri sipil (PNS).

Penulis sendiri terhitung sebagai kader dari generasi ke-6. Dimana pada masa itu, terjadi dinamika yang cukup hebat sedang mengguncang PMII Country Malang sebagai sebuah organisasi. Tekanan dan kondisi itu, ternyata membawa para generasi ke-6 ini menjadi aroma sedap yang membangkitkan semangat organisasi yang sempat hampir kolaps tersebut.

Kembali pada 20 Oktober 2004 yang hari ini 20 Oktober 2017 sudah masuk pada usia 13 tahun, PMII Country Unitri Malang sudah banyak kemajuan {semoga saya benar dalam menilai} yang terjadi. Dilihat dari berbagai sosialisasi di beberapa media sosial (medsos), sebut saja Facebook, Instagram, Twitter, dan beberapa medsos lainnya seperti grup WhatsApp, sepertinya memang PMII Country Unitri malang mengalami fase kemajuan. Kegiatan formal, informal dan nonformal tampak aktif dilakukan, setidaknya itulah yang pengurus struktural sampaikan dan penulis tangkap melalui medsos.

Memang sudah seharusnya, kagiatan-kegiatan PMII diarahkan pada yang bersifat kebaruan. Bahkan yang belum pernah dilakukan pun patut diapresiasi, selama hal itu membawa pada dampak positif untuk membekali kader pada hal intelektualitasnya.

Seperti yang penulis baca pada pesan WhatsApp pada grup PMII Country semalam, salah satu sahabat menuliskan jika di pojok country, sudah terdapat rak buku meski itu masih kecil. Sebagai mahasiswa yang tentu tak asing jika mendengar buku, tentu hal ini menjadi langkah positif untuk mereka para kader dalam membekali dirinya menuju insan Ulul Albab {semoga demikian}.

Penulis ingat jika beberapa bulan lalu saat akan dilaksanakannya Rapat Tahunan Komisariat (RTK), ramai di jagat medsos share link visi-misi calon ketua komisariat. Ada yang menarik perhatian, tentu hal itu penulis rasakan sebagai pembaca dan penikmat tulisan pada link share yang bertaburan.

Salah satu yang menarik adalah Elan Vital ber-PMII (baca: Inikah yang dimaksud Elan Vital ber-PMII?). pada link tersebut, setidaknya ketua komisariat hari ini, yang terhormat sahabat Syamsul Arifin pernah menyampaikan jika PMII Country Unitri Malang butuh untuk merekonstruksi arah kaderisasi dan gerakannya, selain itu dia juga menjabarkan pentingnya mereaktualisasikan tujuan dan usaha organisasi dalam diri kader.

Istilah Elan Vital yang berarti energi hidup atau daya pendorong hidup, diperkenalkan oleh Henri Bergson (1859-1941) untuk menjelaskan perkembangan kehidupan dan evolusi. (baca: Pengertian Elan Vital). Jadi, betapa kebaruan itu akan dicapai dengan penuh kesemangatan atas prakarsa energi kehidupan atau daya dorong yang akan dihasilkan oleh elan vital tadi jika diterapkan.

Bagi penulis, dua hal di atas adalah kebaruan yang jika dilakukan dengan yang sebenarnya, akan memberikan dampak yang baik dalam membangun jati diri kader-kadernya {semoga saya benar}. Sejauh mana ketua komisariat berkomitmen untuk melakukan kebaruan itu, sejauh itu pula usaha yang akan dia laksanakan.

Ini adalah momen dimana martabat dia (Syamsul Arifin) dipertaruhkan untuk mereformasi PMII Country Unitri Malang pada masa kepemimpinannya. Semoga tidak hanya menjadi oretan tak berarti, tapi memang betul-betul dia jalankan sesuai real janji yang pernah dia lontarkan kepada kader-kadernya.

Penulis hanya mengingatkan, jika PMII Country Unitri Malang hari ini sudah memiliki kader yang cukup banyak, meski tidak menjamin jika banyak itu bisa membawa perubahan pada kebaruan. Paling tidak, dengan sokongan kader yang secara kuantitas lebih memadai, sejalan dengan kualitas yang diperlukan.

Untuk melakukan perubahan, kuantitas dan kualitas memang sama-sama menjadi penunjang utama, tapi jika tidak memiliki kualitas untuk menjalankannya, hal itu tentu akan menjadi batu sandungan dalam memajukan PMII Country Unitri Malang kedepannya. Semoga dengan 13 tahun PMII Country Unitri Malang saat ini, benar-benar memiliki kontribusi besar bagi kemajuan diri kader, kampus, kota malang dan bangsa ini. (*)

Selamat Hari Lahir PMII Country Unitri Malang yang ke-13 tahun. (20 Oktober 2004-20 Oktober 2017).

*Ahmad Fairozi, Pembantu dan penyedia kopi.

Facebook Comments